Minggu, 29 November 2015

BAB 2. MANUSIA DAN KEBUDAYAAN

NAMA            : ROBI ARDIANSAH
KELAS           : 1ID10
NPM               : 36415226
BAB                : 2

BAB 2. MANUSIA DAN KEBUDAYAAN
A.      MANUSIA
   Manusia di alam dunia ini memegang peranan yang unik, dan dapat dipandang dari banyak segi. Manusia merupakan kelompoksosial yang tidak dapat berdiri sendiri (sosiologi), makhluk yang selalu ingin mempunyai kekuasaan (politik), makhluk yang berbudaya, sering disebut homo-humanus (filsafat), dan lain sebagainya.
Ada dua pandangan yang akan kita jadikan acuan untuk menjelaskan tentang unsur-unsur yang membangun manusia
1)        Manusia itu terdiri dari empat unsur yang saling terkait, yaitu
a.       Jasad, yaitu : badan kasar manusia yang nampak pada luarnya, dan di raba dan difoto, dan menempati ruang waktu
b.      Hayat, yaitu : mengandung unsur hidup, yang ditandai dengan gerak
c.       Ruh, yaitu : bimbingan dan pimppinan tuhan, daya yang bekerja secara spiritual dan memahami kebenaran, suatu kemampuan menciptakan yang bersifat konseptual yang menjadi pusat lahirnya kbudayaan
d.      Nafs, dalam pengertian diri atau keakuan, yaitu kesadaran tentang diri sendiri
2)        Manusia sebagai satu kepribadian mengandung tiga unsur yaitu :
a.       Id, yang merupakan struktur kepribadian yang paling primitif dan paling tidak nampak. Id merupakan libido murni, atau energi psikis yang menujukan cirialamai yang irasional dan terkait dengan sex, yang secara instingtual menentukan proses-proses ketidaksadaran (unconcious)
b.      Ego, merupakan bagian atau struktur kepribadian yang pertama kali di bedakan dari Id, seringkali disebut sebagai kepribadian ‘’eksekutif’’ karena peranannya dalam menghubungkan energi Id ke dalam saluran sosial yang dapat dimengerti oleh orang lain.
c.       Superego, merupakanstruktur kepribadian yang paling akhir, muncul kira-kira pada usia lima tahun. Dibandingkan dengan Id dan ego, yang berkembang secara internal dalam diri individu, superego terbentuk dari lingkungan eksternal, jadi superego merupakan kesatuan standar-standar moral yang diterima oleh ego dari sejumlah agen yang mempunyai otoritas di dalam lingkungan luar diri, biasanya merupakan asimilasi dari pandangan-pandangan orang tua.

B.       HAKEKAT MANUSIA
a.        Mahluk ciptaaan Tuhan yang terdiri dari tubuh dan jiwa sebagai satu kesatuan yang utuh.
Tubuh adalah materi yang dapat di lihat, diraba, dirasa, wujudnya konkrit tetapi tidak abadi. Jika manusia itu meninggal, tubuhnya hancur dan lenyap. Jiwa terdapat di dalam tubuh, tidak dapat di lihat, tidak dapat diraba, sifatnya abstrak tetapi abadi. Jika manusia meninggal, jiwa lepas dari tubuh dan kembali ke asalnya yaitu tuhan, dan jiwa tidak mengalami kehancuran. Jiwa adalah roh yang ada di dalam tubuh manusia sebagai penggerak dan sumber kehidupan.
b.        Mahluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna, jika di bandingkan dengan mahluk lainnya.
Kesempurnaannya terletak pada adab dan kebudayaannya, karena manusia di lengkapi oleh penciptanya dengan akal, perasaan, dan kehendak yang terdapat pada  manusia. Dengan akal (ratio) manusia mampu menciptakan ilmu pengetahuan dan teknologi. Perasaan inderawi adalah rangsangan jasmani melalui pancaindra, tingkatnya rendah dan terdapat pada manusia atau binatang. Perasaan rohani adalah perasaan luhur uang hanya terdapat pada manusia misalnya :
1)        Perasaan intelektual, yaitu perasaan yang berkenaan dengan pengetahuan. Seseorang merasa senang atau puas apabila ia dapat mengetahui sesuatu, sebaliknya tidak senang atau tidak puas apabila ia tidak nerhasil mengetahui sesuatu.
2)        Perasaan estetis, yaitu perasaan yang berkenaan dengan keindahan. Seseorang merasa senang apabila ia melihat atau mendengar sesuatu yang indah, sebaliknya timbul perasaan kesal apabila tidak indah.
3)        Perasaan etis, yaitu perasaan yang berkenaan dengan kebaikan. Seseorang merasa senang apabila sesuatu itu baik, sebaliknya perasaan benci apabila sesuatu itu jahat.
4)        Perasaan diri, yaitu perasaan yang berkenaan dengan harga diri karena ada kelebihan dari yang lain. Apabila seseorang memiliki kelebihan pada dirinya, ia merasa tinggi, angkuh, dan sombong, sebaliknya apabila ada kekurangan pada dirinya ua merasa rendah diri (minder)
5)        Perasaan sosial, yaitu perasaan yang berkenaan dengan kelompok atau korp atau hidup bermasyarakat, ikut merasakan kehidupan orang lain. Apabila orang berhasil, ia ikut senang, apabila orang gagal, memperoleh musibah, ia ikut sedih.
6)         Perasaan religius, yaitu perasaan yang berkenaan dengan agama atau kepercayaan. Seseorang merasa tentram jiwanya apabila ia tawakal kepada Tuhan, yaitu mematuhi segala perintah - nya dan menjauhi larangan – nya.
Adanya kehendak dari setiap manusia mampu menciptakan perilaku tentang kebaikan menurut moral.
c.       Mahluk biokultural, yaitu mahluk hayati yang budayawi
Manusia adalah produk dari saling tindak atau interaksi faktor-faktor hayati dan budayawi. Sebagai mahluk hayati, manusia dapat di pelajari dari segi-segi anatomi, fisiologi atau faal, biokimia, psikobiologi, patalogi, genetika, biodemografi, evolsi biologisnya, dan sebagainya. Sebagai mahluk budayawi manusia dapat di pelajari dari segi-segi :
Kemasyarakatan, kekerabatan, psikologi sosial, kesenian, ekonomi, perkakas, bahasa, dan sebagainya.
d.      Mahluk ciptaan Tuhan yang terikat dengan lingkungan (ekologi), mempunyai kualitas dan martabat karena kemampuan bekerja dan berkarya
Soren kienkegaard seorang filsuf denmark pelopor ajaran ’’eksistensialisme’’ memandang manusia dalam konteks kehidupan konkrit adalah mahluk alamiah yang terikat dengan lingkungannya (ekologi), memiliki sifat-sifat alamiah dan tunduk pada hukum alamiah pula. Hidup manusia mempunyai tiga taraf, yaitu estetis, etis dan religius.
C. KEPRIBADIAN BANGSA TIMUR
Ilmu psikologi yang memang berasal dan timbul dalam masyarakat barat, dimana konsep individu itu mengambil tempat yang amat penting, biasanya menganalisis jiwa manusia dengan terlampau banyak menekan kepada pembatasan konsep individu sebagai kesatuan analisi tersendiri.
                                                                                                                  Menurut Francis L.K.Hsu, mahluk manusia masih memerlukan suatu daerah isi jiwa tambahan untuk memuaskan suatu kebutuhan rohaniah yang bersifat fundamental dalam kehidupan manusia.
Konsep yang dapat di pakai sebagai landasan untuk mengembangkan konsep lain itu, menurut Francis L.K.Hsu adalah konsep jen dalam kebudayaan cina yaitu manusia yang berjiwa selaras, manusia yang berkepribadian.
D.    PENGERTIAN KEBUDAYAAN
Seorang antropolog yaitu E.B.Taylor (1871) mendefinisikan kebudayaan sebagai berikut : Kebudayaan adalah kompleks yang mencangkup pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat dan kemampuan lain serta kebiasaan-kebiasaan yang di dapatkan oleh manusia sebagai anggota masyarakat. Dengan perkataan lain kebudayaan mencakup kesemuanya yang di dapatkan atau di pelajari oleh manuisa sebagai anggota masyarakat.
      Selo Sumajan dan Soelaeman Soemardi merumuskan kebudayaan sebagai semua hasil karya, rasa dan cipta masyarakat. Karya masyarakat menghasilkan teknologi dan kebudayaan kebendaan atau kebudayaan jasmaniah yang di perlukan oleh manusia untuk menguasai alam sekitarnya, agar kekuatan serta hasulnya dapat di abdikan untuk masyarakat.
E.     UNSUR-UNSUR KEBUDAYAAN
      Kebudayaan setiap bangsa atau masyarakat terdiri dari unsur-unsur besar maupun unsur-unsur kecil yang merupakan bagian dari suatu kebulatan yang bersifat sebagai kesatuan. Misalnya daalam kebudayaan indonesia dapat di jumpai unsur besar seperti umpanya majelis permusyawaratan rakyat dan unsur-unsur kecil seperti sisir, kancing, baju, peniti dan lain-lainnya yang di jual di pinggir jalan.
      C,Kluckhohn di dalam karyanya berjudul universal categories of culture mengemukakan, bahwa ada tujuh unsur kebudayaan universal, yaitu :
1.      Sistem religi (sistem kepercayaan).
2.      Sistem organisasi kemasyarakatan.
3.      Sistem pengetahuan.
4.      Sistem mata pencaharian hidup dan sistem-sistem ekonomi.
5.      Sistem teknologi dan peralatan.
6.      Bahasa.
7.      Kesenian.
F.     WUJUD KEBUDAYAAN
Menurut dimensi wujudnya, kebudayaan mempunyai tiga wujud yaitu
1.      Kompleks gagasan, konsep, dan pikiran manusia :
Wujud ini disebut sistem budaya, sifatnya abstrak, tidak dapat dilihat, dan berpusat pada kepala-kepala manusia yang menganutnya, atau dengan perkataan lain, dalam alam pikiran warga masyarakat dimana kebudayaan bersangkutan hidup.
2.      Kompleks aktivitas :
Berupa aktivitas manusia yang salung berinteraksi, bersifat kongkret, dapat diamati atau diobservasi. Wujud ini sering disebut sistem sosial. Sistem sosial ini terdiri dari aktivitas-aktivitas manusia-manusia yang berinteraksi, berhubungan, serta bergaul satu dengan yang lain dari detik ke detik, hari ke hari, dan dari tahun ke tahun, selalu menurut pola-pola tertentu yang berdasarkanadat tata kelakuan.
3.      Wujud sebagai benda :
Aktivitas manusia yang saling berinteraksi tidak lepas dari berbagai penggunaan peralatan sebagai hasil karya manusia untuk mencapai tujuannya. Aktivitas karya manusia tersebut menghasilkan benda untuk berbagai keperluan hidupnya. Kebudayaan dalam bentuk fisik yang kongkret bisa di sebut kebudayaan fisik, mulai dari benda yang diam sampai pada benda yang bergerak.
G.    ORIENTASI NILAI BUDAYA
Kebudayaan sebagai karya manusia memiliki sistem nilai. Menurut C.Kluckhohn dalam karyanya Variations in Value Orientation (1961) sistem nilai budaya dalam semua kebudayaan di dunia, secara universal menyangkut lima masalah pokok kehidupan manusia, yaitu :
A.      Hakekat hidup manusia ( MH )
Hakekat hidup untuk setiap kebudayaan berbeda secara ekstem; ada yang berusaha untuk memadamkan hidup, ada pula yang dengan pola-pola kelakuan tertentu menganggap hidup sebagai suatu hal yang baik, “mengisi hidup’’
B.       Hakekat karya manusia ( MK )
Setiap kebudayaan hakekatnya berbeda-beda, diantaranya ada yang beranggapan bahwa karya bertujuan untuk hidup, karya memberikan kedudukan atau kehormatan, karya merupakan gerak hidup untuk menambah karya lagi.
C.       Hakekat waktu manusia ( WM )
Hakekat waktu untuk setiap kebudayaan berbeda; ada yang berpandangan mementingkan orientasi masa lampau, ada pula yang berpandangan untuk masa kini atau masa yang akan datang
D.      Hakekat alam manusia ( MA )
Ada kebudayaan yang menganggap manusia harus mengeksploitasi alam atau memanfaatkan alam semaksimal mungkin, ada pula kebudayaan yang beranggapan manusia harus harmonis dengan alam dan manusia harus menyerah kepada alam.
E.       Hakekat hubungan manusia ( MN )
Dalam hal ini ada yang mementingkan hubungan manusia dengan manusia, baik secara horizontal (sesamanya) maupun secara vertikal (orientasi kepada tokoh-tokoh). Ada pula yang berpandangan individualistis ( menilai tinggi kekuatan sendiri ).
H.    PERUBAHAN KEBUDAYAAN
Masyarakat dan kebudayaan dimanapun selalu dalam keadaan berubah, sekalipun masyarakat dan kebudayaan primitif yang terisolasi dari berbagai hubungan dengan masyarakat lainnya.
Tidak ada kebudayaan yang statis, semua kebudayaan mempunyai dinamika dan gerak. Gerak kebudayaan sebenarnya adalah gerak manusia yang hidup dalam masyarakat yang menjadi wadah kebudayaan tadi. Gerak manusia terjadi oleh karena ia mengadakan hubungan-hubungan dengan manusia lainnya. Artinya, karena terjadi hubungan antar kelompok manusia di dalam masyarakat.
Terjadi gerak / perubahan ini disebabkan oleh beberapa hal :
1.      Sebab-sebab yang berasal dari dalam masyarakat dan kebudayaan sendiri, misalnya perubahan jumlah dan komposisi penduduk.
2.      Sebab-sebab perubahan lingkungan alam dan fisik tempatmereka hidup. Masyarakat yang hidupnya terbuka, yang berada dalam jalur-jalur hubungan dengan masyarakt dan kebudayaan lain, cenderung untuk berubah lebih cepat.
Proses akulturasi di dalam senjarah kebudayaan terjadi dalam masa-masa silam. biasanya suatu masyarakat hidup bertetangga dengan masyarakat-masyarakat lainnya dan antara mereka terjadi hubungan-hubungan, mungkin dalam lapangan perdagangan, pemerintahan dan sebagainya. Pada saat itulah unsur-unsur masing-masing kebudayaan saling menyusup. Proses migrasi besar-beasaran, dahulu kala, mempermudah berlangsungnya akulturasi tersebut. Beberapa masalah yang menyangkut proses tadi adalah :
A.      Unsur-unsur kebubudayaan asing manakah yang mudah diterima,
B.       Unsur-unsur kebudayaan asing manakah yang sulit diterima,
C.       Individu-individu manakah yang cepat menerima unsur-unsur yang baru,
D.      Ketegangan-ketegangan apakah yang timbul sebagai akibat akulturasi tersebut,
1.        Pada umumnya unsur-unsur kebudayaan asing yang mudah di terima adalah :
a.              Unsur kebudayaan kebendaan seperti peralatan yang terutama sangat mudah dipakai dan dirasakan sangat bermanfaat bagi masyarakat yang menerimanya, Contohnya alat tulis menulis yang banyak di pergunakan orang indonesia di ambil dari unsur-unsur kebudayaan barat.
b.             Unsur-unsur yang terbuktu membawa manfaat besar, misalnya radio, komputer, telephone yang banyak membawa kegunaan terutama sebagai alat komunikasi
c.              Unsur-unsur yang dengan mudah disesuaikan dengan keadaan masyarakat yang menerima unsur-unsur tersebut, seperti mesin penggiling padi yang dengan biaya murah serta pengetahuan teknis yang sederahana, dapat digunakan untuk memperlengkapi pabrik-pabrik penggilingan
2.        Unsur-unsur kebudayaan yang sulit di terima oleh seseuatu masyarakat adalah misalnya :
a.       Unsur yang menyangkut sistem kepercayaan seperti ideologi, falsafah hidup dan lain-lain.
b.      Unsur-unsur yang dipelajari pada taraf pertama proses sosialisasi. Contoh yang paling mudah adalah soal makanan pokok suatu masyarakat. Nasi sebagai makanan pokok sebagian besar masyarakat indonesia sukar sekali diubah dengan makanan pokok yang lainnya.
3.        Pada umumnya generasi muda dianggap sebagai individu-individu yang cepat menerima unsur-unsur kebudayaan asing yang masuk melalui proses akulturasi. Sebaliknya generasi tua, dianggap sebagai orang-orang kolot yang sukar menerima unsur baru.
4.        Suatu masyarakat yang terkena proses akulturasi, selalu ada kelompok-kelompok individu yang sukar sekali atau bahkan tak dapat menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan yang terjadi
     Berbagai faktor yang mempengaruhi di terima atau tidaknya suatu unsur kebudayaan baru di antaranya :
1.      Terbatasnya masyarakat memiliki hubungan atau kontak dengan kebudayaan dan dengan orang-orang yang berasal dari luar masyarakat tersebut.
2.      Jika pandangan hidup dan nilai-nilai yang dominan dalam suatu kebudayaan ditentukan oleh nilai-nilai agama, dan ajaran unu terjalin erat dalam keseluruhan pranata yang ada, maka penerimaan unsur baru itu mengalami hambatan dan harus di sensor dulu oleh berbagai ukuran yang berlandaskan ajaran agama yang berlaku.
3.      Corak struktur sosial suatu masyarakat turut menentukan proses penerimaan kebudayaan baru. Misalnya sistem otoriter akan sukar menerima unsur kebudayaan baru.
4.      Suatu unsur kebudayaan diterima jika sebelumnya sudah ada unsur-unsur kebudayaan yang menjadi landasan bagi diterimanya unsur kebudayaan yang baru tersebut.
5.      Apabila unsur yang baru itu memiliki skala kegiatan yang terbatas, dan dapat dengan mudah di buktikan kegunaannya oleh warga masyarakat yang bersangkutan.
I.       KAITAN MANUSIA DAN KEBUDAYAAN
      Secara sederhana hubungan antara manusia dan kebudayaan adalah : manusia sebagai perilaku kebudayaan, dan kebudayaan merupakan obyek yang di laksanakan manusia.
      Hubungan antara manusia dan kebudayaan ini dapt di pandang setara dengan hubungan antara manusia dengan masyarakat dinyatakan sebagai dialektis, maksudnya saling terkait satu sama lain. Proses dialektis ini tercipta memalui tiga tahap yaitu :
A.    Eksternalisasi, yaitu proses dimana manusia mengeksoresikan dirinya dengan membangun dunianya. Melalui eksternalisasi ini masyarakat mejadi kenyataan buatan manusia.
B.     Obyektivitasi, yaitu proses dimana masyarakat menjadi realitas obyektif, yaitu suatu kenyataan yang terpisah dari manusia dan berhadapan dengan manusia. Dengan demikian masyarakat dengan segala pranata sosialnya akan mempengaruhi bahkan membentuk perilaku manusia.
C.     Internalisasi, yaitu proses dimana masyarakat di sergap kembali oleh manusia, maksudnya bahwa manusia mempelajari kembali masyarakatnya sendiri agar dia dapat hidup dengan baik, sehingga manusia menjadi kenyataan yang dibentuk oleh masyarakat.
Apabila manusia melupakan bahwa masyarakat adalah ciptaan manusia, dia akan menjadi terasing atau tealinasi.
Manusia dan kebudayaan, atau manusia dan masyarakat, oleh karena itu mempunyai hubungan keterkaitan yang erat satu sama lain. Pada kondisi sekarang ini kita tidak dapat lagi membedakan mana yang lebih awal muncul manusia atau kebudayaan. Analisa terhadapap keberadaan keduanya harus menyertakan pembatasan masalah dan waktu agar penganalisaan dapat dilakukan dengan lebih cermat.


BAB 1. TINJAUAN TENTANG ILMU BUDAYA DASAR

NAMA            : ROBI ARDIANSAH
KELAS           : 1ID10
NPM               : 36415226
BAB                : 1

TINJAUAN TENTANG ILMU BUDAYA DASAR

A.      PENDAHULUAN
Mata kuliah Ilmu Budaya Dasar adalah salah satu mata kuliah yang membicarakan tentang nilai-nilai, tentang kebudayaan, tentang berbagai macam masalah yang dihadapi manusia dalam hidupnya sehari-hari. Hal ini perlu, karena di rasakan kekurangan pada sistem pendidikan kita, baik pada tingkat menengah, maupun pada tingkat perguruan tinggi. Faktor-faktor lain yang menyebabkannya, salah satu yang penting adalah sistem pendidikan kita.
Disinilah diharapkan kegunaan mata kuliah ini, agar lulusan perguruan tinggi kita dari semua jurusan dapat mempunyai suatu kesamaan bahan pembicaraan. Adanya kesamaan ini di harapkan , agar interleasi antara intelektuil kita lebih sering dengan akibat yang positif bagi pembangunan negara kita pada umumnya dan perbaikan pendidikan pada khusunya.
Secara singkat dapat di katakan bahwa setelah mendapat mata kuliah ini mahasiswa di harapkan memperlihatkan :
1.        Minat dan kebiasaan menyelidiki apa-apa yang terjadi di sekitarnya dan di luar lingkungannya, dan menelaah apa yang di kerjakannya sendiri dan mengapa
2.        Kesadaran akan pola-polanilai yang di anutnya serta bagaimana hubungan nilai-nilai ini dengan cara hidupnya sehari-hari.
3.        Kerelaan memikirkan kembali dengan sendiri dapat membenarkan nilai-nilai yang di anutnya untuk mengetahui apakah dia secara berdiri sendiri dapat membenarkan nilai-nilai tersebut untuk dirinya sendiri.
4.        Keberanian moral untuk mempertahankan nilai-nilai yang di rasanya sudah dapat di terima dengan penuh tanggung jawab dan sebaliknya menolak nilai-nilai yang tidak dapat di benerkan
Latar belakang IBD dalam konteks budaya, negara dan masyarakat indonesia berkaitan dengan permasalahan sebagai berikut :
1.         Kenyataan bahwa bangsa indonesia terdiri atas berbagai suku bangsa dengan segala keanekaragaman budaya yang tercermin dalam berbagai aspek kebudayaannya, yang biasanya tidak lepas dari ikatan-ikatan primordial, kesukuan dan kedaerahan.
2.         Proses pembangunan yang sedang berlangsung dan terus menerus menimbulkan dampak positif dan negatif berupa terjadinya perubahan dan pergeseran sistem nilai budaya sehingga dengan sendirinya mental manusiapun terkena pengaruhnya. Akibat lebih jauh dari pembenturan nilai budaya ini ialah timbulnya konflik dalam kehidupan.
3.         Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi menimbulkan perubahan kondisi kehidupan manusia, menimbulkan konflik dengan tata nilai budayanya, sehingga manusia bingung sendiri terhadap kemajuan yang telah di ciptakannya. Hal ini merupakan akibat sidat ambivalen teknologi, yang di samping memiliki segi-segi positifnya, juga memiliki segi-segi negatif. Akibat dampak negatif teknologi, manusia kini menjadi resah dan gelisah.

B.       ILMU BUDAYA DASAR SEBAGAI BAGIAN DARI MATA KULIAH DASAR UMUM
Ilmu budaya dasar merupakan salah satu komponen dari sejumlah mata kuliah dasar umum (MKDU) yang merupakan mata kuliah wajib di semua perguruan tinggi, baik yang sifatnya eksakta maupun non eksakta.
Secara khusus MKDU bertujuan untuk menghasilkan warga negara sarjana yang berkualifikasi sebagai berikut :
1.         Berjiwa Pancasila sehingga segala keputusan serta tindakannya mencerminkan pengalaman nilai-nilai pancasila dan memiliki intergritas kepribadian yang tinggi, yang mendahulukan kepentingan nasional dan kemanusiaan sebagai sarjana indonesia.
2.         Takwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, bersikap dan bertindak sesuai dengan ajaran agamanya, dan memiliki tenggang rasa terhadap pemeluk agama lain.
3.         Memiliki wawasan komprehensif dan pendekatan integral di dalam menyikapi permasalahan kehidupan baik sosial, ekonomi, politik, kebudayaan, maupun lingkungan alamiah dan secara bersama-sama berperan serta di dalama pelestariannya.
C.      PENGERTIAN ILMU BUDAYA DASAR
Secara sederhana Ilmu Budaya Dasar adalah pengetahuan yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang di kembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan.
Prof.Dr.Harsya bachtiar mengemukakan bahwa ilmu dan pengetahuan di kelompokkan dalam tiga kelompok besar, yaitu :
1.      Ilmu-ilmu alamiah ( natural science )
   Ilmu-ilmu alamian bertujuan mengetahui keteraturan-keteraturan yang terdapat dalam alam semesta. Untuk mengkaji hal itu di gunakan motode ilmiah.
Kelompok ilmu-ilmu alamiah antara lain ialah astronomi, fisika, kimia, biologi,  kedokteran, mekanika.
2.      Ilmu-ilmu Sosial ( social science )
   Ilmu-ilmu sosial bertujuan untuk mengkaji keteraturan-keteraturan yang terdapat dalam hubungan antar manusia.
Yang termasuk kelompok ilmu-ilmu sosial antara lain ilmu ekonomi,  sosiologi, politik, demografi, psikologi, antropologi sosial, sosiologi hukum, dsb.
3.      Pengetahuan budaya ( the humanties )
Pengetahuan budaya bertujuan untuk memahami dan mencari anti kenyataan-kenyataan yang bersifat manusiawi.

D.      TUJUAN ILMU BUDAYA DASAR
Tujuan dari ilmu budaya dasar adalah memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang di kembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan.
E.     RUANG LINGKUP ILMU BUDAYA DASAR
1.      Berbagai aspek kehidupan yang sebelumnya merupakan ungkapan masalah kemanusiaan dan budaya yangdapat di dekati dengan menggunakan pengetahuan budaya ( The Humanities ), baik dari segi masing-masing keahlian (disiplin) didalam pengetahuan  budaya, maupun secara gabungan (antar bidang) berbagai disiplin dalam pengetahuan budaya.
2.      Hakekat manusia yang satu atau universal, akan tetapi yang beraneka ragam perwujudannya dalam kebudayaan masing-masing jaman dan tempat.
    Pokok  bahasan yang akan dikembangkan adalah :
-       Manusia dan cinta kasih
-       Manusia dan keindahan
-       Manusia dan penderitaan
-       Manusia dan keadilan
-       Manusia dan pandangan hidup
-       Manusia dan tanggung jawab serta pengabdian
-       Manusia dan kegelisahan
-       Manusia dan harapan

Kedepalan pokok bahasa itu termasuk dalam karya-karya yang tercakup dalam pengetahuan budaya.

Jumat, 16 Oktober 2015

SBH PHPEncoder

Release 05/09/2015

img


Click Here to download


Developer is Mas Vaishal

Features:
- Base64 Based Encode
- Easy Encoding with one click
- Credit Developer (Donate and get license for remove this)
- Level 2 Encoding (Level 5 Donate and get license for remove this)

System Requirement:
- OS Windows 7,8,10
- .NET Framework 2.0 (download)