Kamis, 21 April 2016

ILMU SOSIAL DASAR 2


Berita ini tentang kampus yg sebagai sarang narkoba
Karena penyidik BNN  menemukan dua kantong plastik bekas kemasan sabu di ruang unit kegiatan mahasiswa (UKM)resimen mahasiswa fakultas tenik lalu menemukan akat isap sabu dan petugas menemukan 2 karung botol bekas wadah minuman keras serta senjata tajam seperti parang dan samurai, di duga juga botol bekas itu di gunakan untuk media bom molotv saat tawuran.
Komentar  saya adalah
 - Karena kurangnya perhatian terutama dari orang tua,
- Karena kurangnya wadah aktifitas yang mendidik,
- Karena ingin mencoba hal-hal baru yang ternyata negatif,
- Karena sedang dalam proses mencari dan pengenalan jati diri,
- Karena pengaruh dari lingkungan terutama remaja yang lebih senior,
Saran saya adalah seharus nya mahasiswa tidak melalukan itu, karna perbuatan itu tidak baik karna bisa merusak kesehatan dan juga bisa di masukan ke dalam jerat hukum atau penjara, seharus nya mahasiswa lebih membuat inovasi diri supaya tidak terjerumus dan tidak ikutan tentang perbuatan yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain
Sumber: jakarta, kompas(18/12/2014)

Kamis, 10 Maret 2016

ILMU SOSIAL DASAR

PENDAHULUAN      
Peningkatan jumlah penduduk yang terjadi begitu cepat dan secara tiba-tiba di dalam satu wilayah, dan tidak dapat di kendalikan , dan menimbulkan dampak negative,   
Dampak kepadatan penduduk yang terjadi di Indonesia yaitu jumlah pengangguran menjadi meningkat akibat kurangnya lapangan pekerjaan yang memicu peningkatan angka kemiskinan, hal ini juga menyebabkan banyak penduduk yang mengalami kelaparan.   
      
Rumusan Masalah   
1. macam-macam perubahan penduduk?   
2. faktor-faktor penyebab perubahan penduduk?   
      
Tujuan    
1. Mengetahui faktor yang mempengaruhi pertumbuhan penduduk   
2. Menambah wawasan tentang faktoe perubahan penduduk   
      
ISI   
Macam-macam Perubahan penduduk, yaitu :   
1. Perubahan Penduduk Aritmatik   
Pengertian Kepadatan Penduduk Aritmatik adalah rata-rata dari jumlah penduduk yang tinggal di suatu wilayah yang luas wilayahnya 1 Km2.   
Rumus kepadatan penduduk aritmatik = Jumlah penduduk dibagi dengan Luas wilayahnya. Contohnya : 800 jiwa : 2 Km2 = 400/Km2. Jadi setiap 1 Km2 hanya boleh dihuni oleh 400 jiwa.   
      
2. Perubahan Penduduk Agraris   
Pengertian Kepadatan Penduduk Agraris adalah rata-rata dari jumlah penduduk yang bekerja sebagai petani per setiap satuan luas dari lahan pertanian.   
Rumus kepadatan penduduk agraris = Jumlah Petani dibagi dengan luas lahan pertanian. Contohnya : 600 Petani : 3 Km2 lahan pertanian = 200/Km2. Jadi setiap 1 Km2 lahan pertanian dapat dikelolah oleh 200 petani.

3. Perubahan Penduduk Ekonomis   
Pengertian Kepadatan Ekonomis adalah rata-rata dari jumlah penduduk dengan luas lahan dalam kapasitas produksinya.   

Faktor faktor Penyebab Perubahan Penduduk sebagai berikut.
1. Faktor Kelahiran   
Faktor ini merupakan faktor yang paling berpengaruh terhadap laju pertumbuhan penduduk. Contohnya di Jawa timur, Data Badan Pusat Statistik Pada tahun 1971 jumlah penduduk jawa timur mencapai 25 juta jiwa, pada tahun 1980 meningkat menjadi 29 juta, pada tahun 1990 meningkat menjadi 32 juta, pada tahun 1995 meningkat menjadi 33 juta, pada tahun 2000 meningkat menjadi 34 juta dan pada tahun 2010 meningkat menjadi 37 juta jiwa. Jika ini pertambahan penduduk ini terus terjadi, akan menyebabkan terjadinya kepadatan penduduk.   
2. Faktor Iklim dan Tempat Strategis   
Faktor ini juga menjadi salah satu penyebab kepadatan penduduk. Dengan iklim yang nyaman dan letak tempat yang strategis membuat penduduk beramai-ramai untuk menetap di wilayah tersebut. Jika hal ini terjadi secara terus menerus, maka secara perlahan akan menyebabkan terjadinya kepadatan penduduk.   
3. Faktor Ekonomi   
Faktor ini juga menjadi salah satu penyebab kepadatan penduduk. Dengan terbukanya lapangan pekerjaan di suatu wilayah menyebabkan penduduk berbondong-bondong untuk menetap di wilayah tersebut. Hal inilah yang menjadi penyebab kepadatan penduduk di suatu wilayah.   
4. Faktor Sosial   
Faktor ini menjadi salah satu penyebab kepadatan penduduk. Penduduk akan senang dengan suatu tempat yang wilayahnya relatif aman. Jika suatu wilayah memiliki kondisi yang relatif tidak aman, maka wilayah tersebut hanya akan ditempati oleh beberapa penduduk saja. 
  
Beberapa cara mengatasi perubahan penduduk sebagai berikut.   
1. Dengan melakukan pengendalian angka kelahiran. Di Indonesia pemerintah melakukan upaya pengendalian dengan memperkenalkan program KB (Keluarga Berencana) untuk mengendalikan angka kelahiran di Indonesia dan penundaan usia untuk menikah.   
2. Dengan melakukan pemindahan penduduk dari wilayah yang padat penduduknya ke wilayah yang kurang penduduknya. Dengan upaya ini akan mengurangi jumlah kepadatan di wilayah yang padat penduduknya.   
3. Dengan melakukan pemerataan lapangan kerja. Pemerataan lapangan kerja dilakukan dengan mengembangkan Industri, pertanian, perkebunan, petambangan dan perikanan di wilayah yang lain. Dengan upaya ini diharapkan penduduk tidak terfokus untuk mencari pekerjaan di satu wilayah saja.

Referensi   
Buku Faktor Penyebab Perubahan Penduduk :   
- Sugiharyanto, 2007. Geografi dan Sosiologi 2. Penerbit Yudistira : Yogyakarta.   
www.bps.go.id   

Minggu, 29 November 2015

BAB 3. KONSEPSI ILMU BUDAYA DASAR DALAM KESUSASTRAAN

NAMA            : ROBI ARDIANSAH
KELAS           : 1ID10
NPM               : 36415226
BAB                : 3


BAB 3. KONSEPSI ILMU BUDAYA DASAR DALAM KESUSASTRAAN

A.                PENDEKATAN KESUSTRAAN
IBD, yang semula dinamakan basic humanities, berasa dari bahasa inggris the humanities. Istilah ini berasal dari bahasa latin humanus, yang berarti manusiawi, berbudaya, dan halus. Dengan mempelajari the humanities orang akan menjadi lebih manusiawi, lebih berbudaya dan lebih halus. Jadi the humanties berkaitan dengan masalah nilai, yaitu nilai kita sebagai homo humanus.
Untuk menjadi homo humanus, manusia harus mempelajari ilmu, yaitu the humanities, disamping tanggung jawabnya yang lain. Apa yang dimasukkan ke dalam the humanities masih dapat di perdebatkan, dan kadang-kadang di sesuaika  dengan keadaan dan waktu. Pada umumnya the humanities mencakup filsafat, teologi, seni dan cabang-cabangnya termasuk sastra, sejarah, cerita rakyat, dan sebagainya.
Cabang dari the humanities, seperti misalnya ilmu bahasa, seni memegang peranan yang penting, karena nilai-nilai kemanusiaan yang di sampaikannya normatif.
Karena seni adalah ekspresi yang sifatnya tidak normatif, seni lebih mudah berkomunikasi, karena tidak normatif, nilai-nilai yang disampaikannya lebih fleksibel, baik isinya maupun cara penyampaiannya.
Hampir disetiap jaman, sastra mempunyai peranan yang lebih penting. Alasan pertama, karena sastra mempergunakan bahasa. Sementara itu, bahasa mempunyai kemampuan untuk menampung hampir semua pernyataan kegiatan manusia. Dalam usahanya untuk memahami dirinya sendiri, yang kemudian melahirkan filsafat, manusia mempergunakan bahasa.
Sastra juga lebih mudah berkomunikasi, karena pada hakekatnya karya sasta adalah penjabaran abstraksi. Sementara itu filsafat, yang juga mempergunakan bahasa, adalah abstraksi. Cinta kasih, kebahagiaan, kebebasan, dan lainnya yang digarap oleh filsafat adalah abstrak. Sifat abstrak inilah yang menyebabkan filsafat kurang berkomunikasi.
IBD adalah salah satu mata kuliah yang diberikan dalam satu semester, sebagai bagian dari MKDU. IBD tidak dimaksudnya untuk mendidik ahli-ahli dalam salah satu bidang keahlian yang termasuk didalam pengetahuan budaya (The Humanities). Akan tetapi IBD semata-mata sebagai salah satu usaha mengembangkan kepribadian mahasiswa dengan cara memperluas wawasan pemikiran serta kemampuan kritikalnya terhadap nilai-nilai budaya.
Orientasi The Humanities adalah ilmu dengan mempelajari satu atau sebagian dari disiplin ilmu yang tercakup dalam the humanities, mahasiswa diharapkan dapat menjadi homo humanus yang lebih baik.

B.        ILMU BUDAYA DASAR YANG DIHUBUNGKAN DENGAN PROSA
Istilah prosa banyak padananya. Kadang-kadang disebut narrative fiction, proses fiction saja. Dalam bahasa indonesia istilah tadi serong di terjemahkan menjadi cerita rekaan dan di definisikan sebagai bentuk cerita atau prosa kisahan yang mempunyai pemeran, lakuan, peristiwa dan alur yang dihasilkan oleh daya khayal atau imajinasi. Istilah cerita rejaan umunya di pakai untuk roman, atau nocel, atau cerita pendek.
Dalam kesusastraan indonesia kita mengenal jenis prosa lama dan prosa baru.
A.           Prosa lama meliputi
1.         Dongeng-dongeng
2.         Hikayat
3.         Sejarah
4.         Epos
5.         Cerita pelipur lara
B.            Prosa baru meliputi
1.         Cerita pendek
2.         Roman/novel
3.         Biografi
4.         Kisah
5.         Otobiografi
C.                NILAI-NILAI DALAM PROSA FIKSI
Sebagai seni yang bertulang punggung cerita, mau tidak mau karya sastra (prosa fiksi) langsung atau tidak langsung membawakan moral, pesan atau cerita. Dengan perkataan lain prosa mempunyai nilai-nilai yang diperoleh pembaca lewar sastra. Adapun nilai-nilai yang di peroleh pembaca lewat sasta antara lain  :
1.        Prosa fiksi memberikan kesenangan
       Keistimewaan kesenangan yang diperoleh dari membaca fiksi adalah pembaca mendapatkan pengalaman sebagaimana mengalaminya sendiri peristiwa itu atau kejadian yang dikisahkan.
2.        Prosa fiksi memberikan informasi
       Fiksi memberikan sejenis yang tidak terdapat di dalam ensiklopedi.
3.        Prosa fiksi memberikan warisan kultural
       Prosa fiksi dapat menstimuli imaginasi, dan merupakan sarana bagi pemindahan yang tak henti-hentinya dari warisan budaya bangsa.
4.        Prosa memberikan keseimbangan wawasan
Lewat prosa fiksi seseorang dapat menilai kehidupan berdasarkan pengalaman-pengalaman dengan banyak individu. Fiksi juga memungkinkan lebih banyak kesempatan untuk memilih respon-respon emosional atau rangsangan aksi yang mungkin sangat berbeda daripada apa yang disajikan dalam kehidupan sendiri.
D.                ILMU BUDAYA DASAR YANG DIHUBUNGKAN DENGAN PUISI
Puisi termasuk seni sastra, sedangkan sastra bagian dari kesenian, dan kesenian cabang/unsur dari kebudayaan, kalau diberi batasa, maka puisi adalah ekspresi pengalaman jiwa estetik, yang secara padu dan utuh di padatkan kata-katanya.
Kepuitisan, keartistikan atau keestetikan bahasa puisi di sebabkan oleh kreativitas penyair dalam membangun puisinya dengan menggunakan :
1.        Figura bahasa ( figurative language ) seperti gaya personifikasi, metafora, perbandingan, alegori, dsb sehingga puisi menjadi segar, hidup, menarik dan memberi kejelasan gambaran angan.
2.        Kata-kata yang ambiquitas yaitu kata-kata yang bermakna ganda, banyak tafsir.
3.        Kata-kata berjiwa yaitu kata-kata yang sudah diberi suasana tertentu, berisi perasaan dan pengalaman jiwa penyair sehingga terasa hidup dan memukau.
4.        Kata-kata yang konotatif yaitu kata-kata yang sudah diberi tambahan nilai-nilai rasa dan asosiasi-asosiasi tertentu.
5.        Pengulangan, yang berfungsi unutk mengintensifkan hal-hal yang dilukiskan, sehingga lebih menggugah hati.
Dibalik kata-katanya yang padat, ekonomis dan sukar dicerna maknanya itu, puisi berisi potret kehidupan manusia.
Adapun alasan-alasan yang mendasari penyajian puisi pada perkuliahan ilmu budaya dasar adalah sebagai berikut :
1.        Hubungan puisi dengan pengalaman hidup manusia.
     Perekaman dan penyampaian pengalaman dalam sastra puisi disebut “pengalaman perwakilan”. Ini berarti bahwa manusia senantiasa ingin memiliki salah satu kebutuhan dasarnya untuk lebih menghidupkan pengalaman hidupnya dari sekedar kumpulan pengalaman langsung yang terbatas.
2.        Puisi dan keinsyafan/kesadaran individual.
     Dengan membaca puisi mahasiswa dapat di ajak untuk dapat menjenguk hati/pikiran manusia, baik orang lain maupun diri sendiri, karena memalui puisi sang penyair menunjukkan kepada pembaca bagian dalam hati manusia, ia menjelaskan pengalaman setiap orang.
3.      Puisi dan keinsyafan sosial
     Secara imaginatif puisi dapat menafsirkan situasi dasar manusia sosial yang bisa berupa
-          Penderitaan atas ketidak adilan
-          Perjuangan untuk kekuasaan
-          Konflik dengan sesamanya
-          Pemberontakan terhadap hukum tuhan

Puisi-puisi umumnya sarat akan nilai-nilai etika, estetika dan juga kemanusiaan. Salah satu nilai kemanusiaan yang banyak mewarnai puisi-puisi adalah cinta kasih ( yang terpaut didalamnya kasih sayang, cinta, kemesraan dan renungan